Dari Diabetes hingga Kanker, Tomat Hitam Ternyata Miliki Banyak Khasiat

Dari Diabetes hingga Kanker, Tomat Hitam Ternyata Miliki Banyak Khasiat

354
0
BERBAGI

Budidaya Tomat Hitam/HENDRO SUSILO HUSODO/PR

DENGAN harga jual perdana yang menyentuh Rp 80.000 per kilogram, Dadan Kartiwa (37) tidak menyangka tomat yang ditanam dari hasil coba-coba bisa membawa banyak keuntungan. Produksi pun digenjot, tapi karena tak diimbangi dengan strategi pemasaran yang baik, harga jualnya malah jatuh hingga Rp 8.000 per kilogram.

“Harga sewaktu awal kami menjualnya, Rp 80.000 per kilogram. Namun, pas overproduk, harganya turun. Yang paling rendah sampai Rp 8.000 per kilogram. Kalau normalnya sih di kisaran Rp 20.000-25.000 per kilogram,” kata Dadan di Kampung Cijerokasowetan, RT 1 RW 17, Desa Cibodas, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Kamis 8 Februari 2018.

Dibandingkan dengan tomat biasa, lanjut dia, harga jual tomat tersebut jauh lebih tinggi. Tomat yang dibudidayakan oleh Dadan bersama rekan-rekan petani di Kelompok Tani Macakal itu ialah tomat indigo rose atau tomat hitam. Dalam bahasa latin, tomat yang memiliki warna hitam keunguan itu bernama solanum lycopersicum.

Dadan mengisahkan, penanaman tomat hitam itu dimulai sekitar satu semester terakhir ini. Tahu khasiatnya dari internet, dia pun membeli bibit tomat hitam dari internet pula. Pemasaran tomat hitam ini pun juga dilakukan dengan memanfaatkan internet, yakni lewat media sosial.

“Dari hasil browsing itu, tomat hitam ini banyak khasiatnya. Kami kan memasarkan secara online, khasiatnya itu kami sebutkan juga. Ternyata memang banyak yang kasih testimoni positif. Yang sakit diabetes, misalnya, bilang jadi lebih baik setelah makan tomat hitam,” tuturnya.

Kaya antosianin

Berdasarkan penelusuran di internet, sebutnya, tomat hitam dianggap kaya zat antosianin, yakni bahan pada buah dan sayur yang dapat menangkal penyakit diabetes, kanker, bahkan obesitas. Selain banyak khasiatnya, tomat hitam juga masih relatif jarang ditemui di pasaran dalam negeri. Oleh karena itu, Dadan meyakini prospek bagus budidaya tomat hitam.

“Cuma memang kendalanya itu pasarnya masih terbatas, karena mungkin belum banyak yang tahu khasiatnya juga. Selain itu, bibitnya juga masih susah dicari. Makanya, kami pernah coba bibit yang pertama dipakai lagi. Hasilnya, tingkat kehitaman buah tomatnya itu jadi berkurang,” katanya.

Sempat menanam tomat hitam hingga satu greenhouse atau ratusan pohon, Dadan mengaku kini tinggal sekitar 50 pohon tomat hitam yang dibudidayakan. Sekali panen, sekitar 20-30 kilogram tomat hitam dapat dihasilkan. Dengan menjual pakai cup berisikan 250 gram, dia mengaku keuntungan yang diperoleh cukup besar.

Tidak sulit

“Budidayanya juga enggak susah. Kalau saya amati, dari tiga kali tanam, tomat hitam ini lebih tahan hama. Kebetulan saya menanam macam-macam tomat. Jadi, kalau dikembangkan oleh petani itu relatif lebih ringan. Barangkali dipengaruhi oleh faktor alam di Lembang juga. Kalau rasanya, tomat hitam ini lebih hambar dibandingkan tomat biasa,” ucapnya.

Menurut Kepala Desa Cibodas Dindin Sukaya, sejauh ini belum banyak petani di Cibodas yang membudidayakan tomat hitam. Meski begitu, dia berharap tanaman tersebut dapat lebih banyak dikembangkan, karena memiliki khasiat yang baik dan prospek yang bagus.***

Sumber: Pikiran Rakyat